dirty-socks-thumb117127.jpg

Langit masih saja mendung. Awan kelihatan malas untuk segera beranjak dari tempatnya. Tak seperti hatiku yang berbunga-bunga, karena hari ini kali pertama aku dolan bareng istri ) . Deg-degan?! jelas nuh… maklum baru pertama kali mboncengin akhwat.

11.40 am, HP bututku segera kumasukkan lagi ke tas. “Saatnya sholat dhuhur”, segera kuantar istri ke kost temannya di belakang kampus. Kostnya akhwat rek…! Seumur-umur baru kali ini dolan ke kost akhwat seperti ini. Terbayang olehku kalau kost akhwat itu rapi, banyak bunga, bersih dan rindang.

Ciiiit… kuinjak rem dengan sigap di depan kost akhwat. Istriku pun segera beranjak masuk ke kost. Tapi tunggu dulu, Blak…!? Akhwat jualan “donat”?!

Benda melingkar dengan warna macam-macam itu bertebaran di depan pintu masuk. Donat rasa apek bertuliskan 100% cotton bergelimpangan di samping teman setianya, sepatu. Tewas, lemas, terserak di sudut-sudut pojok ruang tamu. Baunya yang semriwing, membuat perutku berteriak hebat, “Bauuuu….!”. Segera kuputar sepeda bututku untuk menghindari serangan bau si donat apek ( .

Adzan dhuhur telah berkumandang. dalam perjalanan menuju masjid, otakku berputar sibuk memikirkan kejadian tadi. Ternyata akhwat juga manusia, masih ada kekurangan. Bayangan sejuk, rapi, banyak bunga, bersih dan rindang segera menguap tertelan air wudhu yang mulai membasahi wajahku. Mungkin mereka sibuk, banyak aktivitas dakwah di kampus, jadi tidak sempat merapikan tempat sepatu. dan terpaksanya menelantarkan “donat apek”nya. Semoga saja tidak selalunya akhwat seperti itu… )

NB: Donat apek, kaos kaki habis pakai yang belum dirapikan dan digulung menyerupai donat