Apakah Anda sudah bekerja?
Apa pekerjaan Anda?
Dua pertanyaan di atas mungkin terlalu berat untuk Anda jawab, bila saat ini Anda sedang sibuk melamar pekerjaan ke berbagai instansi. Apalagi jika proses berburu lowongan pekerjaan ini sudah Anda tekuni sejak satu, dua atau bahkan sejak lima tahun silam. Bisa-bisa berburu pekerjaan adalah profesi tetap Anda, tentunya kita berharap tidak demikian. Mungkin Anda akan merasakan bosan, gerah, suntuk dan stress bila ternyata perburuan itu nihil tiada hasil.
Di Indonesia, lowongan pekerjaan yang tersedia jauh lebih sedikit dibanding usia produktif yang ada. Otomatis tiap tahun pembengkakan jumlah pengangguran semakin bertambah. Yang jadi persoalan jika semua person usia produktif tersebut berkeinginan yang sama, yaitu melamar pekerjaan dan berkeinginan bekerja di kantor atau perusahaan bonafit. Semua ingin bekerja di kantor, berdasi, dengan hanya duduk-duduk di depan komputer dan akhir bulan menerima gaji dari perusahaan. Jelas hal ini tidak realistis dengan data lowongan yang ada.
Kadang ada dari usia produktif ini yang bersikeras untuk tidak bekerja, jika hanya menjadi wirauasaha atau bekerja yang tidak “layak”. Dalam pikiran mereka bekerja itu ya di kantor, gedung mewah dengan fasilitas lengkap. Ini tidak terlepas dari gaya hidup dan pola didikan yang kita terima di sekolah. Jadi prinsip mereka, lebih baik tidak bekerja jika hanya bekerja sambilan.
Buku ini mencoba mengubah gaya berpikir kita bahwa tidak selalunya bekerja itu harus di kantor, berdasi dengan fasilitas lengkap. Masih banyak hal yang bisa dikerjakan dengan kemampuan yang kita miliki. Tidak bergantung dengan selembar ijazah dan berburu lowongan pekerjaan.
Orang-orang sukses yang saat ini mencapai puncak kejayaannyapun tidak selalunya dengan ijazah yang memuaskan, ataupun berprofesi pemburu lowongan pekerjaan terlebih dahulu. Malah, kebanyakan dari orang-orang kaya yang sukses adalah mereka yang merintis usahanya sejak dari kecil hingga akhirnya menjadi besar.
Siapa tahu Anda salah satu dari mereka! Selamat menyimak!

Agustus 9, 2007 at 12:39 pm
Setiap orang mendapatkan kesempatan, ada yang cerdas membaca kesempatan itu dan merengkuhnya. Ada yang mengenali peluang, namun tidak bisa menggunakannya. Dan ada juga yang bahkan buta alias tidak melihat kesempatan di depan matanya. Ambil setiap peluang hari ini, karen esok belum tentu menjadi milik kita. Selamat menciptakan peluang bang JUN !
Agustus 10, 2007 at 6:25 am
Yup betul… Ciptakan peluang, dan berusaha menghasilkan… tidak hanya menunggu lowongan…