Polemik nikah dini memang selalu hangat untuk dibicarakan. Banyak yang setuju tapi tidak sedikit pula yang menentangnya. Padahal jika kita mau menengok sejarah peradaban manusia, ternyata nikah dini sudah ada sejak 7 abad yang lalu. Bahkan di Italia pada abad pertengahan, seorang wanita yang telah berumur 15 tahun tapi belum menikah merupakan aib bagi keluarganya. Lalu mengapa pernikahan dini baru dianggap sebagai permasalahan saat ini? Mengapa pula nikah dini disudutkan dalam pojok peradaban yang paling pinggir? sedang pergaulan dan seks bebas diagung-agungkan.
Buku ini akan menampilkan permasalahan nikah dini secara proposional. Ada empat hal mendasar yang disampaikan dalam buku ini:
- Pensyari’atan pernikahan dini.
- Asyiknya pernikahan Rasul saw dengan ‘Aisyah Ummul mukminin.
- Manfaat Pernikahan Dini.
- Penjelesan tentang anggapan miring pernikahan dini.
Nah, jika Anda masih belum berani juga untuk menikah pada usia Anda saat ini, buku ini dapat membantu Anda dalam menjalaninya. Selamat membaca!

Maret 6, 2008 at 7:29 pm
hikah maning.nikah maning….
eniwei…
bisa tuch dadi referency….
hihi
Maret 26, 2008 at 6:23 am
Yang penting prakteknya, teori mah semua bisa… TAk jamin lebih dahsyat daripada yang dibayangkan…
April 23, 2008 at 6:08 am
anda mau menikahkan anak cewe anda yg berumur 6th?
April 23, 2008 at 10:02 am
hmmm.. gimana ya?
kalo dah yakin mau nikah,, apa harus nikah?
Mei 1, 2008 at 7:46 am
>> kulonuwun
Bukan berarti begitu, di jaman ini bisa jadi umur 24 tahun sama dengan gadis umur 14 tahun pada masa dulu. Bagaimana tidak, umur 14 tahun di zaman dulu sudah mengetahui tanggung jawab dan beban yang harus ia pikul dalam rumah tangga. beranimengambil resiko, dan bertanggung jawab penuh atas semua yang dia lakukan. Tapi cewek umur 20 tahunan sekarang, masih manja dan sangat bergantung ke orang tua mereka. Beda proses, beda hasil….
>> RA
Lha kalo yang ini yang tau njenengan… bukan mau, tapi siap. “Wahai para pemuda, jika kalaian telah mampu (ba’ah) maka menikahlah…..”…
Juli 22, 2008 at 6:48 am
Saya belum baca buku “Aisyah Saja Nnikah Dini”, tapi semoga penulis tidak “ikut-ikutan” terjebak dengan usia Aisyah ra ketika menikah dengan Rasulullah saw
Link berikut semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua, berapa sebenarnya usia Aisyah ketika menikah, semua kembali kepada masing-masing orang untuk menilai mana yang benar, mana yang salah… jika masih bingung… mintalah fatwa kepada hati kita masing-masing… Wallahu A’lam…
http://www.darulkautsar.com/pemurniansejarah/teks/umreaisyah.htm
Juli 25, 2008 at 8:58 am
>> Abu Musa
Hemmmm mungkin antum bisa renungkan hadits berikut….
“Rasul menikahiku, ketika aku berumur 6 tahun. Saat kami berhijrah ke Madinah, kami singgah pada Bani al-Harits bin al-Khazraj. Aku sakit, rambutku berguguran hingga terlihat botak. Ummu ruman mendatangiku saat aku tengah berada di ayunan bersama sahabat-sahabatku. Dia memanggilku, aku pun datang padanya. Aku tak tahu apa yang ia ingini dariku. Ia meraih tanganku, dan memberhentikanku di pintu rumah. Aku terengah-engah, aku pun diam menenangkan diri. Aku ambil sedikit air dan ku basuhkan pada wajah dan kepalaku. Dia kemudian mengajakku masuk rumah, di dalam sudah ada beberapa wanita dari kaum Anshar. Mereka berkata: “Semoga engkau tetap dalam kebaikan dan berkah”. Ummu ruman menyerahkanku kepada mereka. Mereka mendadaniku. Tak ada yang menemuiku kecuali Rasulullah saw. lalu aku diserahkan pada beliau. Ketika itu aku berusia 9 tahun.”
[Shahih Bukhary].
BArakallahu fiik….
Oktober 28, 2008 at 11:37 am
weikssss
nikah dini…enaaaaaaak