Juni 2008


Kaidah usul fikih mengatakan, “Suatu kewajiban tidak akan terlaksana sempurna, kecuali dengan adanya sesuatu, maka sesuatu tadi hukumnya menjadi wajib.”

Bersuci, baik itu wudhu, tayamum ataupun mandi besar, sama pentingnya dengan shalat. Karena shalat seseorang tidak terlaksana kecuali setelah ia bersuci terlebih dahulu. Menghilangkan semua hadats dari tubuhnya, baik hadats kecil ataupun hadats besar. Maka dari itu, bersuci dengan baik dan benar juga harus diperhatikan, karena kesempurnaan ibadah setelahnya sangat tergantung dengan benar tidaknya bersuci ini. Dari sini dapat kita pahami bahwa begitu pentingnya kedudukan bersuci dalam Islam.

Nah buku ini menjabarkan dengan sangat jelas tata cara bersuci secara Islam. Segala permasalahan yang sering terkait dengannya juga dibahas dalam buku ini. Dengan format tanya jawab, buku ini akan sangat mudah Anda pahami. Dalam buku ini juga disertai gambar ilustrasi untuk mempermudah Anda dalam mempraktekkannya.

Selamat membaca!

Kritik memang pedas, tapi yakinlah manisnya ide besar biasanya terselip di antara pedasnya kritikan

Pokoknya tulis dulu

Tulisanku tak segera sampai ke layouter. Berminggu-minggu nangkring di komputer editor. Mulai dari editor bahasa yang sering bolak-balik membuka kamus sampai editor naskah yang sering bolak-balik membuka “kutubut tis’ah”, semua bekerja agar tulisan petama ku itu terlahir sempurna sebagai sebuah buku yang layak dijual.

Tapi saat naskah sampai di ketua imprint dan tim kreatif hujan kritik mulai mengguyur tulisanku. Tidak sesuai pasar lah, harus dirombak total lah, disuruh mengurangi tema-tema yang tidak perlu, sampai pada keputusan tragis BATAL DITERBITKAN. Tapi namanya juga tulisan perdana, kuulangi kembali naskahku tadi, untung saja pak editor naskah dan bahasa tetap setia menambal dan memperbaiki tulisanku. Dan akhirnya jadi juga tulisanku yang pertama.

Menulis memang gampang-gampang susah, tapi jika Anda sudah ketemu ide dan rentetan gagasan yang menyambung menjadi sebuah tema utama sebuah buku, tulislah! jangan perhatikan masalah EYD, kosa kata, atau aturan-aturan penulisan yang lain. Ini bukan saatnya mengedit, saat menulis Anda adalah penulis bukan editor. Nanti akan ada waktunya untuk “mengkritik” (baca: mewrevisi) tulisan agar didapat tulisan yang lebih baik. Pokoknya kalau ada ide tulis, tulis dan tulis!

(lagi…)