November 2008


Wahai para suami!

Wanita itu sangat membutuhkan orang yang memahaminya sebelum membutuhkan orang yang membuatnya paham.

Wanita selalu membutuhkan orang yang mau mendengarkannya sebelum membutuhkan orang yang mengarahkannya.

Wanita menginginkan seseorang yang dapat melindunginya dengan aman, bukan orang yang berlatih ceramah atau pidato ketika bersamanya.

Rasulullah saw ketika menyebut wanita memilih kata Qawârîr (kaca). Bukannya tanpa makna, arti kaca ternyata menyimpan rahasia yang besar. Sesungguhnya walaupun sekuat dan sekasar apa pun ketika berinteraksi dengan sebuah kaca, kita dipaksa untuk bersikap lemah lembut agar kaca itu tidak pecah sehingga kita tidak rugi.

Sesungguhnya wanita itu ditakdirkan menjadi sosok penuh cinta dan cantik dengan berbagai kepekaan emosi. Wanita secara alami bersifat romantis dan senantiasa merindukan telinga yang mau mendengarkannya, hati yang mau memahami dan mengerti perasaannya, serta tangan lembut penuh kasih yang membelai dan menimangnya. Watak dan perangai seorang istri berbeda dengan watak dan perangai seorang suami. Cara bicaranya dan cara memandang segala sesuatu pun juga berbeda. (lagi…)

Hampir 4 bulan lamanya aku tidak menulis di blog ini. Pengin rasanya nulis tiap hari. Curhat, agar hati ini tidak sumpeg. Ada temat menampung ide dan asa. Tapi apa daya, setiap mau nulis ada saja ide yang awalnya cemerlang menjadi buram dan serasa tak layak terbit.
Penyakit ga PD dan tidak punya orientsi menulis, itu mungkin yang saat ini aku alami. Juga teman-teman lain di redaksi. “Ide sih banyak mas…. tapi saat tangan ketemu key board yang terjadi malah berbenah file atau buka-buka file yang lain. Acara nulis jadi tertunda lagi. Ide jadi menguap entah ke mana”.
Menulis memang butuh ide. Ide adalah bahan bakar yang setiap waktu bisa habis. Jangan biarkan ide tersebut menguap begitu lama.  Segera eksekusi sebuah ide. PD ga PD,enak dibaca atau tidak itu urusan belakangan. Pokoknya eksekusi dalam bentuk tulisan. Insya Allah ide itu akan berkembang dan beranak pinak, yang akhirnya menjelma menjadi sebuah tulisan.