Wahai para suami!
Wanita itu sangat membutuhkan orang yang memahaminya sebelum membutuhkan orang yang membuatnya paham.
Wanita selalu membutuhkan orang yang mau mendengarkannya sebelum membutuhkan orang yang mengarahkannya.
Wanita menginginkan seseorang yang dapat melindunginya dengan aman, bukan orang yang berlatih ceramah atau pidato ketika bersamanya.
Rasulullah saw ketika menyebut wanita memilih kata Qawârîr (kaca). Bukannya tanpa makna, arti kaca ternyata menyimpan rahasia yang besar. Sesungguhnya walaupun sekuat dan sekasar apa pun ketika berinteraksi dengan sebuah kaca, kita dipaksa untuk bersikap lemah lembut agar kaca itu tidak pecah sehingga kita tidak rugi.
Sesungguhnya wanita itu ditakdirkan menjadi sosok penuh cinta dan cantik dengan berbagai kepekaan emosi. Wanita secara alami bersifat romantis dan senantiasa merindukan telinga yang mau mendengarkannya, hati yang mau memahami dan mengerti perasaannya, serta tangan lembut penuh kasih yang membelai dan menimangnya. Watak dan perangai seorang istri berbeda dengan watak dan perangai seorang suami. Cara bicaranya dan cara memandang segala sesuatu pun juga berbeda. (lagi…)