Posted by yuniyanto under
Dunia Buku [4] Comments
Resesi nampaknya juga menghantui penerbit buku Islam. Ada yang tetap stay cool dengan strateginya semula, tanpa ada perubahan, tapi ada yang banting setir mengubah. Strategi sih boleh-boleh saja berbeda asal tidak melupakan isi buku, karena terus terang, konsumen banyak yang kecewa dengan buku-buku Islam di tahun 2008.
Kenapa mereka kecewa?
Pertengahan tahun 2007 hingga pertengahan 2008, buku-buku Islam membanjiri pasar. Banyak juga penerbit buku yang awalnya tidak berbasis Islam berubah memproduksi buku-buku Islam. Di waktu yang sama, bejubel penerbit Islam baru, yang notabene termasuk self publishing, bermunculan bak jamur di musim hujan. Semua memperebutkan pasar yang sama. Apa yang terjadi? Dari segi kualitas buku, buku-buku Islam banyak yang turun kualitas isinya, mengingat para penerbit terkejar dan terobsesi unt (lagi…)
Posted by yuniyanto under
Bareng Istri Leave a Comment
Lelaki diciptakan oleh Allah berbeda dengan wanita. Karakter yang Allah berikan pun berbeda. Dalam dunia keluarga banyak ditemui seorang istri yang mengeluhkan suami mereka yang terkadang diam, sedikit bicara, dan cenderung mengisolir diri. Mereka beranggapan suaminya sedang marah atau kesal kepadanya. Padahal tidak selalunya demikian.
Sifat diam memang membingungkan. Bayangkan jika suami atau istri Anda tiba-tiba diam seribu bahasa. Padahal sifat ini sering dilakkan oleh para suami. Sesungguhnya sikap diam adalah salah satu sifat laki-laki yang selalu diandalkannya dalam banyak keadaan, di antaranya:
• Ketika sedang mempunyai banyak pertanyaan tetapi tidak menemukan jawaban, atau sedang menemui jalan buntu.
• Sedang mengalami krisis atau berbagai masalah sebagaimana telah diterangkan di muka.
• Sedang memfokuskan pikiran terhadap suatu hal pelik.
• Sedang mempunyai keinginan untuk menata dan mengumpulkan kepercayaan dirinya.
Wahai para istri, tidak ada yang perlu engkau khawatirkan. Jangan biarkan kebingungan, keraguan, dan prasangka membelenggu jiwamu. A (lagi…)
Kebayang ga sebuah sepatu dihargai dengan 118 miliar rupiah? ga kebayang khan? seperti ga kebayangnya kita akan keberanian seorang wartawan yang melempar Bush sang teroris nomor wahid dunia dengan sepatunya. Sampai bush harus merunduk dan Nouri Al-Maliki, si kudishnya bush ikut membantu. Tapi yang jadi pertanyaan juga, 118 miliar nya itu lho? bukan banyaknya… tapi mubadzirnya….
Coba sedikit dicermati. Sepatu buatan iraq itu sebenarnya terbuat dari bahan-bahan umum pembuat sepatu. Bukan dari perak maupun emas. bukan dari sutera atau karena uniknya, tapi karena fungsinya. Fungsi dan kejadian yang membuat sepatu itu jadi mahal.
Jika demikian adanya, kenapa harus membeli sepatu itu demikian mahal? Kelihatannya orang-orang arab sudah bingung membuang uang. Milyader minyak bumi itu bingung membelanjakan uangnya untuk apa. Bukankah tidak jauh dari situ banyak yang membutuhkan dana. 188 Miliar itu cukup bagi mujahidin untuk menghantam bush, bukan hanya dengan sepatu tapi berjuta roket dan peluru kendali yang mampu menembus jantung baghdad.
Jadi, jika uang itu untuk menghargai kepahlawanan si wartawan mempermalukan bush, maka Mujahidin Iraq siap membuat lebih dari pada itu…..

Pernah bertengkar dengan suami? Jika ya, bisa jadi itu hanya karena suami Anda butuh kepercayaan dari Anda.
Seorang suami memiliki karakteristik khas yang tidak di miliki istri. Ia dipersiapkan oleh Allah untuk memimpin keluarga, menjaganya dan mengarahkannya. Allah swt berfirman dalam surat An-Nisâ’ ayat 34 : “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), …”
Allah SWT menanamkan pada dirinya sifat kepemimpinan sehingga dia mampu menjadi nakhoda kapal dan pemeliharanya. Oleh karena itu, laki-laki selalu cenderung pada kekuatan, kemampuan memenuhi kebutuhan, otoritas, dan penyelesaian masalah. Seorang suami tidak menyukai perilaku yang meremehkan sifat-sifat ini.
Hal ini juga berlaku saat mereka berinteraksi. Kata-kata buruk dan nada keras bisa dianggap oleh suami sebagai bentuk ketidakpercayaan istri atas kepemimpinannya. Laki-laki memiliki konsep khusus mengenai pribadi dan kelelakiannya. Suami mendefinisikan kelelakiannya sebagai kemampuan mencukupi kebutuhan, kebebasan diri, kemampuan memimpin, dan menentukan pendapatan.
Apabila istri tidak tahu atau pura-pura tidak tahu tentang watak alami ini dan bergaul dengan suaminya dengan cara-cara yang tidak mengindahkan sifat-sifat itu, misalnya dia mendiktenya dengan sebuah contoh yang harus dikerjakan oleh suaminya atau dia berkata pada suaminya, “Tak seharusnya kau berbuat hal itu!”, maka suami akan merasa bahwa istrinya tidak mempercayainya atau meraguk (lagi…)
Ya, dalam rumah kenabianpun juga terjadi beberapa problematika rumah tangga. ini merupakan bukti terkuat bahwa rumah tangga selamanya tak akan pernah sepi dari pertengkaran kecil antara suami dan istri.
Nabi adalah lelaki terbaik yang paling sempurna akhlak, akal, dan imannya. Sedang istri beliau adalah wanita yang paling kuat kesadaran dan pemahaman mereka. Namun rumah tangga nabi juga tak lepas dari riak-riak kecil permasalahan rumah tangga. Telah dikabarkan bahwa terjadi sebuah permasalahan antara Rasulullah saw dan istri tercinta beliau Sayidah A’isyah rha, maka A’isyah meminta seorang penengah. Rasulullah saw berkata, “Bagaimana jika Abu Bakar (sebagai penengahnya)?” padahal Abu Bakar Ash-Shiddiq ra adalah ayahanda Aisyah rha. A’isyah menjawab, “Saya setuju, utuslah seseorang untuk memintanya datang.” Ketika Abu Bakr datang kepada keduanya, Rasulullah saw berkata kepadanya, “Kami memintamu datang supaya engkau menjadi penengah kami.” Kemudian Nabi menoleh pada A’isyah dan berkata, “Engkau yang terlebih dahulu berbicara atau aku?” Maka A’isyah menjawab: “Engkau yang terlebih dahulu berbicara, tapi jangan berbicara kecuali yang benar!” Maka Abu Bakar menampar wajahnya hingga bibirnya berdarah dan berkata, “Apakah Rasulullah saw pernah berbicara kecuali kebenaran wahai orang yang memusuhi dirinya sendiri!??”
A’isyah mencari perlindungan kepada Rasulullah saw dan duduk di belakang punggung beliau. Maka Rasulullah saw bersabda, “Kami tidak mengundangmu untuk melakukan ini (menampar), dan kami juga tidak ingin engkau berbuat seperti ini.”
Pemandangan di atas memunculkan rasa takjub dan kagum, karena beliau adalah seorang yang maksum dari berbagai kesalahan. Namun demikian, beliau rela untuk memanggil penengah antara beliau dan istrinya. Yang lebih mengagumkan lagi adalah sikap berlindungnya Aisyah rha di belakang punggung Rasulullah padahal dia sedang marah kepada beliau. Inilah gambaran makna cinta yang takkan mungkin dapatkan di sekolah mana pun di muka bumi dan tidak terdapat dalam buku apa pun.
Cinta yang hakiki itu walaupun diterjang badai pertikaian atau kemarahan, ia tetap akan keluar sebagai pemenang pada akhirnya. Cinta yang hakiki adalah cinta yang dimiliki orang-orang yang berakal yang mengedepankan cinta mereka di atas segala permasalahan hidup sehing (lagi…)