Resesi nampaknya juga menghantui penerbit buku Islam. Ada yang tetap stay cool dengan strateginya semula, tanpa ada perubahan, tapi ada yang banting setir mengubah. Strategi sih boleh-boleh saja berbeda asal tidak melupakan isi buku, karena terus terang, konsumen banyak yang kecewa dengan buku-buku Islam di tahun 2008.
Kenapa mereka kecewa?
Pertengahan tahun 2007 hingga pertengahan 2008, buku-buku Islam membanjiri pasar. Banyak juga penerbit buku yang awalnya tidak berbasis Islam berubah memproduksi buku-buku Islam. Di waktu yang sama, bejubel penerbit Islam baru, yang notabene termasuk self publishing, bermunculan bak jamur di musim hujan. Semua memperebutkan pasar yang sama. Apa yang terjadi? Dari segi kualitas buku, buku-buku Islam banyak yang turun kualitas isinya, mengingat para penerbit terkejar dan terobsesi untuk memperbanyak jumlah buku dengan SDM yang sama. Menerbitkan buku sudah tidak lagi sebagai sebuah seni yang harus dilihat dari banyak sisi, namun lebih ke sebuah “pabrik” buku islam. Dampak yang ke dua, banyak buku yang sama yang diterjemahkan oleh banyak penerbit yang berbeda. Faktor terakhir inilah yang perlu diwaspadai bagi penerbit Islam.
Penerbit Islam harusnya belajar dari pengalaman yang lalu. Pengerjaan buku yang asal-asalan dan hanya mengejar jumlah target terbit ternyata membuat konsumen sakit hati. Mereka terkecewakan! Bagaimana bisa beli dua atau 4 buku dengan judul yang berbeda tapi isi dan kualitas penggarapan buku sama?
Nampaknya “pertarungan” penerbit ISlam masih saja “panas” di tahun 2009. Semoga saja dengan hal itu buku-buku Islam semakin bagus kualitas, baik tampilan maupun isinya.
Desember 30, 2008 at 3:13 am
senengane kok meraba2…hahaha
Desember 30, 2008 at 3:17 am
wah aku juga cuma ikut-ikutan njenengan kok mas…
Januari 3, 2009 at 4:57 am
tak bisa menjual berarti tidak kreatif. tidak kreatif dalam penjualan silakan gulung aja tikar en kasurnya sekalian. mas yuni, kenapa sie semua mua pada ngeramein bab bahwa buku di tahon 2009 bakan lesu? kalo semua mua penerit mengatakan itu, hal itu bakalan terjadi betulan. kenapa tidak ada yang optimis bahwa 2009 bakalan meledak penjualan bukune?
intinya, kreatif dalam penjualan lah. bikin bisnis ya mesti anti krisis!
ayo! dunia perbukuan 2009 bakalan bersinar terang, walaupun habis cahaya terang, ambil cahaya ilahi tuk terangi jalanmu! (peterpan? heheheheheheh)
kasihan penulis, en praktisi penerbitan dunk!
Januari 14, 2009 at 4:30 am
Pe-de aja lagi, Khi. ‘kan rejeki udah dibagi.