Februari 2009


Pagi tadi, baru saja istriku menelponku. Katanya hanya ingin mendengar suara saya. Wah…wah… aku jadi tersanjung, gimana nggak tersanjung? lha wong suara kayak geledek gini kok dibilang merdu, syahdu, mendinginkan Qalbu (halah, dua kata terkahir tambahan saya kok… :D ). Btw, begitulah cinta. KAlau orang sudah cinta, apa saja bisa beda. YAng tubunya pendek ee..di sebut imut, yang kulitnya hitam, dibilang sawo matang, yang suara serak (seperti saya) ee… dibilang merdu. Memang aneh…

Hal itu ukan barang baru, karena para pecinta memang budak bagi yang ia cintai. Para perindu merupakan tawanan, dan yang dicinta, yang dipuja merupakan raja. BEtapa banyak orang-orang yang terjungkal, terkorbankan demi meraih apa yang dipujanya. MAkanya tempatkan Allah sebagai puncak cinta, agar pengorbanan ini tidak sia-sia….

halah-halah

halah-halah

cek…cek…cek…. apa hubungannya coba?