Permulaan sebuah perang adalah perang intelijen.
Siapa yang berhasil menguasai data dan informasi musuh, dialah yang akan memenangkannya.
Jika Al-Qaeda sudah berhasil menundukkan Intelijen Amerika, berarti akhir perang sudah bisa ditebak, kehancuran Amerika hanya tinggal menunggu waktu!
Serangan telak terhadap Manhattan (Manhattan Raid), 11 September 2001, membuktikan mandulnya intelijen Amerika. Sesumbarnya yang sering kita dengar dalam buku-buku spionase bahwa, “Jika ada seekor tikus masuk ke Amerika dan keluar dari sana, maka Anda pasti akan menemukannya di laporan dinas intelijen Amerika”, ternyata hanya isapan jempol belaka. Mereka bertekuk lutut pada kemampuan intelijen Al-Qaeda dalam menangkal serangan 11 September itu.
Manhattan Raid ternyata berbuntut panjang. George Tenet, direktur CIA waktu itu, harus mundur jadi jabatannya sebagai tumbal kekalahan perang intelijen ini. Menyelamatkan reputasi Bush jelas lebih penting daripada “sekadar” direktur intelijen Amerika.
Kemampuan intelijen mereka sebagian sudah terbaca oleh Al-Qaeda.
Muhammad Khalil Al-Hakayamah mencoba menerangkan kepada dunia tentang “kehebatan” intelijen Amerika ini. Penulis yang merupakan petinggi Al-Qaeda ini menelanjangi dinas intelijen Amerika dengan sangat runtut dan detail. Dalam buku ini akan Anda dapatkan,
- Pembagian dinas intelijen Amerika, fungsi dan lokasinya.
- Cara mereka merekrut agen
- Jenis senjata yang digunakan oleh seorang intel Amerika.
- Operasi-operasi kotor intelijen Amerika di berbagai negara dari tahun ke tahun.
- Dan rencana Amerika terhadap gerakan Islam mendatang
Tak lupa penulis juga menyertakan dokumen rencana intelijen Amerika hingga tahun 2015.
Lengkap, penuh data dan mendebarkan!!




